Posted in Diskuzi

Makanan Berlabel Sehat Belum Tentu Sehat

Baca juga:

Bandung Nutri Wellness

Diabetes Mellitus di Indonesia

VISA ke Amerika

 

FDA mengatakan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali peraturan mengenai klaim kandungan gizi, termasuk penggunaan istilah ‘sehat’. Badan ini berencana untuk meminta komentar publik tentang masalah tersebut dalam waktu dekat, kata Lauren Kotwicki, perwakilan FDA. Saat ini, FDA memungkinkan penggunaan istilah “sehat” pada kemasan bila produk memenuhi kriteria gizi tertentu, yang sebagian besar berpusat pada pembatasan lemak, kolesterol dan sodium/natrium.

garam meja salt condiment

Dengan kata lain, makanan ringan bisa dikatakan sehat bila tidak mengandung lemak lebih dari 3 gram per porsi, tak mengandung lemak jenuh, serta jumlah garam yang direkomendasikan. Ini berarti, banyak makanan ringan yang termasuk kacang-kacangan yang nyatanya tidak memenuhi syarat sebagai sehat karena banyaknya kandungan lemak. Selain itu, seperti yang telah dilaporkan, jutaan orang Amerika “terlanjur” berpegang teguh pada saran rendah lemak sebagai pilihan diet terbaik.

Sayangnya, anjuran untuk mengonsumsi makanan ringan yang rendah gula dan garam masih sangat minim. Padahal, mengonsumsi terlalu banyak gula dan garam dapat memiliki konsekuensi kesehatan negatif. Sebaliknya, kandungan lemak tinggi juga belum bisa dinyatakan tidak sehat. Sebab, ada banyak lemak baik yang bermanfaat bagi kesehatan. “Kacang-kacangan memang memiliki lemak sehat dan kita tahu lemak tersebut baik untuk kesehatan jantung dan kesehatan mental dan merupakan sumber protein yang baik. Namun, kacang tetap saja termasuk makanan yang padat kalori, terlebih bila mengandung gula, sehingga orang harus membatasi porsi yang dimakannya,” kata Thomas Sherman, seorang profesor di Georgetown University yang mengajar mahasiswa kedokteran tentang gizi.

FDA mengatakan akan segera melakukan penelitian gizi, meminta komentar publik dan ahli untuk menetapkan definisi baru dari label “sehat” sebagai pedoman bagi perusahaan makanan dalam membuat produk sehat mereka.

Tulisan di atas adalah salinan dari http://health.kompas.com/read/2016/05/12/213100723/Camilan.Berlabel.Sehat.Belum.Tentu.Sehat yang terbit pada 12 Mei 2016.

Kriteria tertentu untuk menentukan klasifikasi pangan dalam sehat dan tak sehat seringkali mengecoh konsumen. Apalagi jika istilah yang dipakai dalam daftar komposisi maupun label makanan dan klaim pada kemasan makanan menggunakan istilah teknis atau ilmiah yang kurang populer. Saatnya konsumen pangan untuk lebih kritis dalam menentukan makanan yang akan dibeli.

Penulis:

Being a PHD

Silahkan berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s